Translate

Jumat, 02 November 2012

PEMBUATAN BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA DARI SISA BAHAN BAKAR PENGASAPAN IKAN KELURAHAN BANDARHARJO SEMARANG


  Iqbal Syaichurrozi, Muhammad Sigit Samseno, Faiz Adha M
Dosen Pembimbing: Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang

 Abstrak
 download di sini

Pemanfaatan arang tempurung kelapa oleh masyarakat di Kelurahan Bandarharjo kurang begitu maksimal, padahal arang tempurung kelapa dapat dimanfaatkan lagi dengan menambah nilai ekonominya menjadi briket, arang aktif, dan lain lain. Penelitian terdahulu belum dapat menjawab ukuran partikel arang dan jenis perekat yang optimal untuk
mendapatkan briket yang mempunyai nilai kalor dan ketahanan terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ukuran partikel optimal, mengetahui jenis perekat yang tepat dan konsentrasi perekat yang optimal serta rancang bangun alat pembuatan briket. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ukuran ayakan, perekat, dan konsentrasi perekat terpilih. Penelitian ini diawali dengan menumbuk dan mengayak arang tempurung kelapa sampai didapat ukuran 20 mesh. Arang yang sudah diayak kemudian dicampur dengan 4 jenis perekat yang berbeda, yaitu tepung kanji, tapioka, molase, dan larutan natrium silikat dengan persentase perekat 15 % dalam media. Campuran arang dan perekat dicetak dengan menggunakan alat cetak dan alat kompaksi yang telah dirancang. Waktu penahanan saat kompaksi 10 menit, tekanan 100 kg/cm2 dan suhu 100 ° C. Setelah dilakukan pengujian nilai kalor dan stabilitas terhadap variabel jenis perekat sehingga didapatkan perekat yang terbaik, ulangi langkah - langkah di atas dengan variabel ukuran ayakan (20 mesh; 30 mesh; 40 mesh) dan konsentrasi perekat yang terpilih ( 10%; 15%; 20% ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung tapioka merupakan jenis perekat terbaik dibandingkan dengan 3 perekat lainnya (tepung terigu, molasses, silikat). Nilai kalor tertinggi yaitu 6748.69 kal/gr diperoleh pada 20% perekat dengan ukuran arang tempurung kelapa 20 mesh. Shatter index atau ketahanan briket terbaik diperoleh pada variabel 20% perekat dengan ukuran partikel 40 mesh karena hanya kehilangan partikel sebesar 0,11%. Dari response surface methodology didapat nilai variabel yang sesuai untuk menghasilkan nilai kalor yang optimum adalah 17 % perekat dan ukuran partikel 34 mesh dengen nilai prediksi kalor 6309,289 kal/gr.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar