Translate

Kamis, 01 November 2012

LEBIH DEKAT DENGAN KACA


 Ajeng Yulianti Dwi Lestari
Fatekah Lina Nurma Wati


APA KERENNYA KACA???
Dari segi fisika, kaca adalah zat cai lewat dingin yang tegar dan tidak mempunyai titik leleh tertentu serta mempunyai viskositas cukup tinggi, sehingga tidak bisa mengalami kristalisasi.
Dari segi kimia, kaca adalah gabungan berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta senyawa penyusunnya sehingga menghasilkan prosuk yang mempunyai struktur atom yang acak.

GIMANA SIFATNYA??
Sifat umum dari kaca, antara lain:
1.      tahan akan semua asam kecuali HF dan H3PO4 panas dan pekat (Perry, 2004)
2.      transparan
3.      efektik sebagai isolator listrik
4.      mampu menahan vakum

GIMANA SIFATNYA???
Sebagaimana halnya dengan bahan-bahan yang sangat banyak digunakan dalam peradaban modern, riwayat penemuan kaca tidaklah jelas sama sekali. Salah satu rujukan yang paling tua mengenai bahan ini dibuat oleh Pliny. Pliny menceritakan bagaimana pedagang-pedagang Phoenesia purba menemukan kaca tatkala memasak makanan. Periuk yang digunakannya secara tidak sengaja diletakkan di atas massa trona di suatu pantai.
Penyatuan yang terjadi antara pasir dan alkali yang menarik perhatian dan orang kemudian berusaha menirunya. Sejak tahun 6000-5000 sebelum masehi, orang Mesir telah membuat permata tiruan dari kaca dengan ketrampilan yang halus dan keindahan yang mengesankan. Kaca jendela sudah mulai disebut-sebut sejak tahun 290. Silinder kaca jendela tiup ditemukan oleh para pendeta pada abad kedua belas. Dalam abad tengah, Venesia memegang monopoli sebagai pusat industri kaca. Di Jerman dan Inggris kaca baru mulai dibuat pada abad ke-16. Kaca plat muncul di Perancis sebagai produk rol pada tahun 1688.
Bengkel-bengkel gelas di Amerika Serikat didirikan pada tahun 1608 di Jamestown, Va dan dalam tahun 1699 di Salem, Mass. Selama tiga abad berikutnya, keseluruhan proses pembuatan kaca boleh dikatakan semuanya dikerjakan dengan tenaga dan berdasarkan kira-kira saja. Dai segi kimia, satu-satunya kemajuan yang dicapai pada masa ini hanyalah yang menyangkut pemurnian bahan baku dan peningkatan ekomoni bahan bakar. Memang ada penemuan tentang hunbungan antara komposisi kimia kaca dan sifat-sifat optika, serta fisikanya, namun, secara keseluruhan sebelum tahun 1900 industri ini merupakano seni, dengan diperlengkapi oleh rumus-rumus rahasia yang dijaga ketat. Proses pembuatannyapun bersifat empiris dan hanya didasarkan pada pengalaman.
Pada tahun 1912, di Belgia diekmbangkan proses Fourcalt untuk menarik kaca plat secara kontinu. Selama 50 tahun berikutnya, para insinyur dan ilmuwan telah berhasil menciptakan berbagai modifikasi terhadap proses penarikan kaca dengan tujuan untuk memperkecil distorsi optik kaca lembaran (kaca jendela) dan menurunkan biaya pembuatan kaca lembaran gosok dan poles. Usaha ini menghasilkan kemajuan dalam teknologi produksi kaca lembaran. Berdasarkan konsep yang dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1902 dan 1905, suatu kelompok peneliti di Inggris berhasil menyempurnakan proses pembuatan kaca apung pada tahun 1960-an. Kaca apung (float glass) boleh dikatakan sudah menggantikan semua cara pembuatan lainnya, dan telah berhasil menguasai pasaran kaca jendela secara besar-besaran. Jumlah ilmuwan dan insinyur yang menerjukan diri ke dalam bidang ini pun meningkatkan dan memunculkan produk-prduk baru sebagai hasil dari berbagai penelitian yang intensif. Bermacam-macam mesin otomatis diciptakan pula untuk mempercepat produksi botol, bola lapi, dsb. Akibatnya, industri kaca dewasa ini telah tumbuh menjadi suatu industri yang sangat terspesialisasi.

APA AJA SIH JENISNYA???
Macam-macam kaca komersial yang ada dikenal oleh masyarakat, adalah (Austin, dkk. 2005) :
·      Silika lebur
Silika lebur atau silika vitreo dibuat melalui pirolisis silikon tetraklorida pada suhu tinggi, atau dari peleburan kuarsa atau pasir murni. Kaca ini disebut dengan quartz glass. Kaca ini mempunyai ketahanan termal tinggi sehingga dapat digunakan pada suhu tinggi. Kaca quartz juga tahan terhadap radiasi ultraviolet.

·      Alkali silikat
Alkali silikat adalah jenis kaca yang paling komersial dan paling penting.

·      Kaca soda-gamping (soda-lime glass)
Soda lime glass merupakan 95% dari semua kaca yang dihasilkan. Kaca ini digunakan untuk membuat segala macam bejana, kaca lembaran, jendela mobil dan lain-lain, gelas dan barang-barang pecah belah. Kualitas fisika kaca lembaran dewasa ini banyak meningkat, misalnya kaca sekarang sudah jauh lebih rata, tidak bergelombang dan bebas dari tegangan, namun komposisi kimianya tidak banyak mengalami perubahan.

·      Kaca timbal
Kaca ini sangat penting di bidang kaca optik, karena rasio refraksi dan dispersi yang tinggi. Kandungan timbalnya bisa mencapai 82%. Kandungan timbal inilah yang memberikan kecermelangan pada kaca potong. Kaca ini dalam jumlah besar digunakan untuk menjadi bahan bola lampu, reklame neon, radiotron bahkan perisai radiasi nuklir. Karena kaca timbal ini bersifat tahan listrik.



·      Kaca borosilikat
Kaca borosilikat biasanya mengandung 10-20% B2O3, 80-87% silika dan kurang dari 10% Na2O. Kaca jenis ini mempunyai koefisien ekspansi yang rendah, lebih tahan terhadap kejutan dan mempunyai stabilitas kimia tinggi, serta memiliki tahanan terhadap listrik yang tinggi pula.

·      Kaca khusus
Kaca berwarna, bersalut, opal, translusen, kaca keselamatan, kaca optik, dan kaca keramik, semuanya tergolong kaca khusus.

·      Serat kaca
Serat kaca dibuat dari komposisi kaca khusus yang tahan terhadap kondisi cuasa. Oleh karena kaca mempunyai luas permukaan yang sangat besar, maka mudah terkena serangan kelembaban udara. Kaca ini biasanya mempunyai kandungan silika rendah sekitar 55% dan alkali rendah.

Sifat-sifat fisika dari berbagai jenis kaca diatas dapat dilihat dari tabel berikut ini (Austin, dkk. 2005) :


Soda Biasa
Pyrex Borosilikat
Vycor Silika 96%
Silika Lebur
Pyroceram
Titik Lunak, ºC
715
746
1530
1525
1250
Titik Aneal, ºC
527
450
1020
1085

SG
2.5
2.23
2.18
2.20
2.6
Modulus Young, GPa
70

68



 
DAFTAR PUSTAKA


Ege, Seyhan. 1984. Organic Chemistry. Kanada: DC Heath and Company.

Keenan, Charles W., dkk. 1984. Ilmu Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga.

Purba, Michael. 2006. Kimia 2B untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Vogel and Suehla, G. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semi Mikro. Alih bahasa L.Setiono dan AH Pudjaatmaka. Jakarta: Kalman Media Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar