Translate

Minggu, 04 November 2012

Minyak Sereh Wangi


Rizza Umam Alharis

 
A.                Taksonomi
Tanaman sereh termasuk golongan rumput-rumputan yang disebut Andropogon nardus atau Cymbogob nardus. Klasifikasi botani dari tanaman sereh wangi sebagai berikut:
Divisio : Anthophyta
Phylum            : Angiospermae
Kelas   : Monocotyledonae
Famili  : Graminae
Genus  : Cymbopogon
Species            : Cympogon nardus
Sereh wangi dikenal dengan berbagai nama daerah, seperti sere mangat (Aceh), sange-sange (Toba), sere (Gayo, Jawa, Madura), sarai (Minangkabau), sorai (Lampung), sereh (Sunda), see (Bali), patahampori (Bima), kendoung witu (Sumba), nau sina (Roti), bu muke (Timor), tenian nalai (Leti), timbuala (Gorontalo), langilo (Buol), dirangga (Goram), hisa-hisa (Ambon), isola (Nusa laut), bisa (Buru), hewuwu (Halmahera). Dan nama asingnya adalah Cittronella Grass.

B.                 Sifat Fisik
Sifat – sifat fisik sereh wangi yang kualitasnya baik :
1.                  Bangun rumpun condong ke atas dan daunnya merumbai
2.                  Batang bulat agak meruncing ke atas
3.                  Daun berbentuk pita, warnanya hijau, lentur dan permukaannya agak kasar
4.                  Warna pelepah daun hijau bercampur merah

C.                 Sentra Budidaya
Sereh wangi banyak dibudidayakan di daerah :
1.                  Aceh
2.                  Sumatera Utara
3.                  Jawa
4.                  Bali
5.                  NTB
6.                  NTT
7.                  Maluku

D.                Syarat Tumbuh
Tanaman sereh wangi mempunyai beberapa persyaratan untuk dapat tumbuh dengan baik. Syarat – syarat tanaman sereh untuk tumbuh antara lain :
1.                  Tanah
Tanaman sereh dapat tumbuh pada berbagai tanah yang memiliki tingkat kesuburan yang cukup. Tanah jenis geluh pasiran pada ketinggian 180 – 450 m di atas pemukaan laut, iklim lembab dengan curah hujan teratur menghasilkan minyak yang berkualitas tinggi. Hasil minyak sereh yang paling tinggi diperoleh dari tanaman yang ditanam pada tanah geluh pasiran dengan pH 6,00 – 6,50. Sedangkan tanah dengan pH lebih rendah tidak cocok untuk tanaman sereh.
2.                  Iklim
Ditinjau dari iklimnya, tanaman sereh cocok tumbuh pada daerah beriklim panas dengan sinar matahari yang cukup dan curah hujan berkisar 200 – 250 cm3 per tahun. Pada keadaan ini, tanaman sereh akan menghasilkan daun dan minyak sereh yang baik. Tanaman sereh akan rusak jika terjadi kekeringan yang berkepanjangan atau curah hujan yang terlalu banyak. Tanaman sereh perlu memperoleh irigasi atau tambahan air jika ditanam pada daerah dengan curah hujan rendah. Perawatan tanaman sereh akan mempengaruhi kandungan geraniol dalam minyak sereh.

3.                  Ketinggian
Tanaman sereh tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki ketinggian 180 – 450 m di atas permukaan laut. Pada ketinggian yang lebih tinggi dari 450 m, tanaman sereh akan lambat tumbuh dan menghasilkan minyak yang sedikit.
4.                  Penanaman
Tanaman sereh ditanam melalui akar pada permulaan musim hujan. Rumpun tanaman sereh yang sehat dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Dua batang tanaman yang mengandung akar yng sehat ditanam dalam setiap lubang dengan kedalaman 15 cm. Pada tanah yang subur, jarak tanam 75 x 75 cm. jarak yang lebih dekat akan mengurangi hasil daun per satuan area lahan.
5.                  Pemupukan
Tanaman sereh merupakan tanaman tandus yang tidak memerlukan pemupukan yang intensif, meskipun ammonium sulfat dan kalium sulfat dianjurkan penggunaannya. Petani penghasil minyak sereh menggunakan abu bekas pembakaran daun sereh yang dipakai sebagai bahan bakar destilasi.
6.                  Perawatan
Penyiangan gulma perlu dilakukan sebelum dilakukan pemanenan. Panen dilakukan 6 – 8 bulan setelah penanaman. Panen berikutnya dilakukan 3 – 4 bulan.
E.                 Syarat Pemanenan
1.                  Jika ditanam bulan desember – januari, maka tanaman sereh siap dipanen bulan September / Oktober.
2.                  Sudah membentuk bonggol yang cukup besar

F.                  Pengambilan Minyak Atsiri
Minyak atsiri adalah zat cair  yang mudah menguap bercampur dengan persenyawaan padat yang berbeda dalam hal komposisi dan  titik cairnya, larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air. Berdasarkan sifat tersebut, maka minyak atsiri dapat diekstrak dengan 4 macam cara, yaitu: Penyulingan (Destilation), Pressing (Eks-pression), Ekstraksi dengan pelarut (Solvent ekstraksion) dan Absorbsi oleh menguap lemak padat (Enfleurage). Cara yang tepat untuk pengambilan minyak dari daun sereh adalah dengan cara penyulingan (Destilation).
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam penyulingan :
·                     Proses pengambilan minyak sereh wangi dilakukan melalui proses penyulingan. Rendemen rata-rata minyak sereh wangi sekitar 0,6 – 1,2 %, tergantung jenis sereh wangi, serta penanganan dan  efektifitas penyulingannya.
·                     Hal penting yang perlu diperhatikan dalam peningkatan mutu minyak sereh wangi diantaranya adalah penanganan terhadap daun hasil panen yang akan diambil minyaknya. Sebelum disuling daun tersebut  sebaiknya dikeringkan dulu beberapa saat, dlam cuaca baik membutuhkan waktu 3 – 4 jam.  Selama pengeringan daun harus dibolak balik.
·                     Daun setelah dikeringkan hendaknya segera dilakukan penyulingan, karena penyimpanan daun yang terlalu lama akan menurunkan mutu minyak sereh wangi yang diperoleh.
Komposisi kimia dalam minyak atsiri sereh wangi
1.                  Geraniol (C10H18O)
2.                  Sitronellol (C10H20O)
3.                  Sitronellal (C10H16O)

G.                Manfaat Minyak Atsiri Sereh Wangi
Digunakan dalam industri, terutama sebagai pewangi  sabun, sprays, desinfektans, bahan pengilap dan aneka ragam preparasi teknis.



H.                Kriteria Mutu
Mutu minyak sereh wangi ditentukan oleh kandungan komponen utamanya dan kemurniannya.  Komponen utama adalah kandungan sitronelal dan geraniol, yang biasanya dinyatakan dalam geraniol jumlah.  Tidak boleh mengandung bahan asing, seperti minyak lemak, alcohol, m. tanah, m. terpentin, etilen glikol, hekslen glikol.
Kriteria mutu berdasarkan SII 0025/1979 untuk minyak sereh wangi jawa adalah :
·                     Warna: kuning pucat sampai kuning kecoklatan
·                     Geraniol-jumlah : minimum 85%
·                     Sitronelal : minimum 35%
·                     Sisa penyulingan uap : maksimum 2,5
·                     Titik nyala : 74oC 
·                     Alkohol (ethanol), minyak lemak, & minyak pelican : negatif
·                     Kelarutan dalam alcohol 80 % : 1:2 jernih dan seterusnya opalensi (maksimum)
Kriteria mutu untuk minyak sereh wangi jawa berdasarkan Essential Oil Association of USA (EOA) adalah :
·                     Penampilan, Warna, bau : minyak kurang encer, warna kuning muda sampai kuning kecoklatan, bau aldehid
·                     Bobot jenis pada 25oC : 0,875 – 0,893
·                     Putaran optik : (-)0o30 – (-) 6o
·                     Indeks refraksi pada 20oC : 1.4660 – 1.4745
·                     Kandungan geraniol : 85 – 97 %
·                     Kandungan sitronelal : 30 – 45 %
·                     Kelarutan dalam alkohol 80 % : larutan jernih dalam 1 – 2 volume, dan seterusnya opalensi.

 
Daftar Pustaka

Guenther, Ernes. 1987.Minyak Atsiri. Jakarta: Universitas Indonesia Press
Ketaren, S, 1981. Minyak Atsiri. Jurusan  Teknologi Industri, Fakultas Teknologi
Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar