Translate

Sabtu, 26 November 2011

OPTIMASI PRODUKSI BIO-ETANOL BERBASIS ONGGOK LIMBAH TAPIOKA

download di sini


Nurul Widji Trianna dan Edi Mulyadi
UPN  ”Veteran” Jawa Timur
Alamat : Jl. Raya Rungkut Madya , Gunung Anyar Surabaya 60294
Telp./Fax. (031) 8706369/ (031) 8782179


Abstrak

Produksi bioetanol  berbasis pati, nira (molasis) atau pun selulose telah dikerjakan dalam skala, teknologi tepat guna, maupun industri besar. Dalam pengembangan proses produksi kendala yang sering menghadang adalah kesinambungan bahan baku. Penelitian ini selain dimaksudkan untuk diversivikasi bahan baku, juga mempelajari pengaruh dosis enzym α-Amilase  yang ditambahkan pada berbagai suhu proses hidrolisis dan dosis enzym Gluko Amilase yang ditambahkan pada berbagai waktu proses sakarifikasi terhadap kadar glukosa. Reaktor hidrolisis dan sakarifikasi menggunakan tangki berpengaduk yang dilengkapi pengendali suhu dan unit ekstraktor.  Proses Hidrolisis dijalankan dengan perbandingan 1 : 3 (1 bagian onggok singkong + 3 bagian Air) dan suhu dijaga 90 oC dan waktu proses 2 jam. Hasil yang relatif baik diperoleh pada penambahan Enzym α-Amilase  sebanyak 200 ppm  dan Enzym Gluko Amilase  sebesar 150 ppm, sakarifikasi pada suhu 60 oC selama 3 jam yang menghasilkan kadar glukosa 160 g/L . Selanjutnya, dilakukan proses ekstraksi untuk pemisahan padatan (cake) dan larutan glukose. Larutan difermentasi dengan menambahkan ragi dan, nutrien selama  5 hari. Produk fermentasi diistilahkan kaldu fermentasi terbaik mengandung 9% alkohol . Proses pemurnian kaldu fermentasi dilakukan  pada suhu reboiler 90 oC dan suhu reflux dijaga 75 oC. Bioetanol yang dihasilkan dari distilasi dengan satu stage reflux berkadar alkohol berkisar rerata 95 %.

Kata Kunci           : Bio Etanol,  onggok, Hidrolisis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar